Cara Menghitung Ampere Motor 3 Phase dan 1 Phase dari kW

Arus motor 1 phase dan 3 phase tidak dapat dihitung tepat hanya dari kW dibagi volt. Nilai kW pada pelat nama motor umumnya menunjukkan daya mekanis keluaran, sedangkan sumber listrik harus memasok daya yang lebih besar karena efisiensi motor dan faktor daya. Gunakan data nameplate bila tersedia; rumus berikut membantu pemeriksaan awal.

Rumus ampere motor 3 phase dan 1 phase

Jika Pn adalah daya keluaran motor dalam kW, η adalah efisiensi sebagai bilangan desimal, dan cos φ adalah faktor daya pada kondisi beban yang dihitung:

  • Motor 3 phase: I = (Pn × 1.000) / (√3 × ULL × η × cos φ).
  • Motor 1 phase: I = (Pn × 1.000) / (U × η × cos φ).

ULL adalah tegangan antar fase; U pada motor satu fase adalah tegangan di terminal motor. Jika yang diketahui adalah daya listrik masukan dalam kW, jangan membagi lagi dengan η. Rumus mengasumsikan operasi mendekati kondisi beban yang diberikan; arus aktual berubah dengan beban dan tegangan.

Contoh motor 3 phase 7,5 kW

Misalkan motor 7,5 kW, 400 V antar fase, efisiensi 0,90, dan cos φ 0,85. I = 7.500 / (√3 × 400 × 0,90 × 0,85) ≈ 14,2 A. Jika nameplate mencantumkan arus nominal berbeda, gunakan nilai nameplate untuk pemilihan awal komponen pada tegangan dan frekuensi yang sesuai.

Contoh motor 1 phase 1,5 kW

Dengan tegangan terminal 230 V, efisiensi 0,78, dan cos φ 0,80: I = 1.500 / (230 × 0,78 × 0,80) ≈ 10,5 A. Angka ini arus operasi estimasi, bukan arus start.

Tabel perbandingan hasil hitung

Semua baris memakai asumsi 3 phase 400 V, η 0,90, cos φ 0,85 atau 1 phase 230 V, η 0,78, cos φ 0,80. Ini tabel ilustrasi perhitungan, bukan tabel arus nominal semua merek motor.

Daya keluaran motor1 phase (A)3 phase (A)
0,75 kW5,21,4
1,5 kW10,52,8
3 kW20,95,7
7,5 kW52,314,2
Nilai dibulatkan; motor 1 phase berdaya besar pada kolom tabel hanya contoh matematis, bukan rekomendasi produk.

Arus start, overload, dan kabel motor

Arus saat starting dapat jauh melampaui arus operasi. Metode DOL, star-delta, soft starter, dan VFD menghasilkan karakteristik berbeda. Karena itu rating dan setelan pemutus, kontaktor, overload relay, serta kabel tidak boleh ditentukan dari tabel arus operasi saja. Periksa data pabrikan motor, metode start, frekuensi start, durasi akselerasi, arus hubung singkat, metode pemasangan kabel, dan selektivitas proteksi. Untuk memilih penghantar, gunakan panduan KHA dan ukuran kabel serta ketentuan PUIL 2020 tentang proteksi arus lebih dan sistem perkawatan.

Kirim data motor dan single line diagram bila Anda memerlukan panel starter atau panel kontrol motor yang sesuai aplikasi.

Rujukan teknis